Tumpak Sewu, Bromo & Ijen 4H3M dari Surabaya
Rangkuman terbaik Jawa Timur dalam satu perjalanan. Hari pertama berfoto di Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang. Hari kedua turun ke Air Terjun Tumpak Sewu — si "seribu air terjun"…
Berangkat tengah malam dari Surabaya, hari pertama Anda menyambut matahari terbit Bromo dari Gunung Penanjakan lalu menyusuri Lautan Pasir dengan Jeep hingga ke bibir kawah. Dini hari berikutnya giliran mendaki Kawah Ijen: melihat api biru (blue fire) yang langka dan danau kawah paling asam di dunia. Tour berakhir di Pelabuhan Ketapang, siap menyeberang ke Bali. Dua gunung ikonik Jawa Timur dalam dua hari, tanpa balik arah.
Sopir menjemput di hotel atau titik temu yang disepakati. Perjalanan sekitar 3 jam ke Desa Cemorolawang di tepi kaldera Bromo — waktu yang pas untuk tidur di mobil.
Di Cemorolawang Anda pindah ke Jeep 4WD pribadi yang naik ke Gunung Penanjakan (2.770 mdpl), salah satu titik pandang tertinggi di kawasan ini. Datang lebih awal berarti dapat posisi terbaik.
Sambil menikmati kopi atau teh hangat dan camilan khas Tengger, saksikan langit berubah warna sampai siluet Bromo, Batok, dan Semeru muncul. Pemandangan dan warna langit tergantung cuaca hari itu.
Setelah matahari terbit, Jeep turun ke Lautan Pasir. Minta sopir berhenti kapan saja untuk foto. Jeep parkir dekat Pura Luhur Poten, dan Anda bisa sarapan dengan latar kaldera.
Dari parkiran, jalan kaki sekitar 45 menit hingga bibir kawah Bromo yang berasap. Tidak ingin berjalan? Kuda bisa disewa (biaya sendiri). Setelah itu mampir ke savana (Bukit Teletubbies). Santai saja, sopir menunggu.
Kembali ke Cemorolawang dan pindah lagi ke mobil yang lebih nyaman. Rute melewati jalan berkelok Bukit Arak-Arak menuju Bondowoso, dengan singgah makan siang (biaya sendiri) dan istirahat.
Tiba di hotel Bondowoso. Sebaiknya tidur lebih awal karena pendakian Ijen dimulai dini hari.
Untuk mengejar api biru, berangkat sekitar tengah malam. Sekitar 2 jam ke Paltuding, pos awal pendakian Ijen, tempat pemandu lokal menunggu dengan masker gas.
Minimal 1 jam mendaki ke bibir kawah, lalu turun ke dalam kawah untuk melihat api biru dari dekat (khusus peserta yang fit; muncul tidaknya tergantung cuaca dan aktivitas gunung). Saat terang, nikmati danau toska paling asam di dunia dan lihat para penambang memikul belerang hingga ±80 kg.
Setelah turun, istirahat dengan kopi di Paltuding. Jika waktu cukup, mampir ke pabrik pengolahan belerang di Desa Licin.
Dalam perjalanan singgah di pabrik kopi dan air terjun. Tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 12.00, lalu menyeberang ke Bali dan tiba sekitar 15.00 WITA (Bali 1 jam lebih cepat dari Jawa).
Paketnya sudah terpilih. Cukup lengkapi data di bawah, kami balas dalam 30 menit.
Atau hubungi langsung
Rangkuman terbaik Jawa Timur dalam satu perjalanan. Hari pertama berfoto di Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang. Hari kedua turun ke Air Terjun Tumpak Sewu — si "seribu air terjun"…
Versi lebih santai dari tur dua gunung. Hari pertama menjelajah Air Terjun Madakaripura yang tersembunyi, lalu menikmati sunset Bromo dari Desa Cemorolawang. Hari kedua sunrise di Gunung Penanjakan…
Dua hari pertama dihabiskan di Kota Batu, kota perbukitan sejuk di barat Malang: kebun teh kolonial Wonosari, Coban Rondo, pemandian air panas Songgoriti, Selecta dengan taman bunganya, hingga…
ID: dadi_travel
Pindai QR atau cari ID WeChat kami