Madakaripura, Bromo & Ijen 3H2M dari Surabaya
Versi lebih santai dari tur dua gunung. Hari pertama menjelajah Air Terjun Madakaripura yang tersembunyi, lalu menikmati sunset Bromo dari Desa Cemorolawang. Hari kedua sunrise di Gunung Penanjakan…
Rangkuman terbaik Jawa Timur dalam satu perjalanan. Hari pertama berfoto di Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang. Hari kedua turun ke Air Terjun Tumpak Sewu — si "seribu air terjun" setinggi sekitar 120 m — dan Goa Tetes. Hari ketiga sunrise Bromo dari Gunung Penanjakan, dan hari keempat mendaki Ijen tengah malam untuk blue fire sebelum diantar ke Pelabuhan Ketapang, lengkap dengan tiket feri ke Bali. Didampingi pemandu berbahasa Inggris, 3 malam hotel dengan sarapan.
Sopir menjemput di mana saja di Kota Surabaya, sekitar 2 jam perjalanan ke Malang.
Kampung di tepi sungai yang dicat warna-warni, spot foto paling terkenal di Malang. Setelahnya bebas jalan-jalan di pusat kota.
Sekitar 2,5 jam ke area Lumajang dan check-in di penginapan yang sudah kami pesan.
Bila cuaca cerah, bisa mengunjungi Coban Kapas Biru. Setelah itu acara bebas.
Setelah sarapan, sekitar 15 menit ke Air Terjun Tumpak Sewu.
Pemandu mengajak ke Panorama Tumpak Sewu untuk melihat dari atas, lalu turun ke dasar air terjun. Jalurnya belum rata dan ada tangga bambu sekitar 15 m — pemandu siap membantu. Lanjut ke Goa Tetes, lalu kembali lewat jalur yang sama. Debit air tergantung musim.
Kembali ke parkiran, makan siang (biaya sendiri), lalu berkendara ke Desa Cemorolawang di kaki Bromo.
Tiba di hotel Cemorolawang menjelang sore. Tidur lebih awal untuk sunrise besok.
Setelah secangkir kopi, Jeep 4WD naik sekitar 50 menit ke Gunung Penanjakan. Suhu di atas 0–10 °C, pakai jaket tebal.
Ditemani camilan lokal serta kopi dan teh, saksikan deretan gunung Bromo muncul dalam cahaya pagi.
Jeep melintasi Lautan Pasir, jalan kaki sekitar 45 menit ke bibir kawah, lalu mampir ke savana. Sewa kuda tersedia (biaya sendiri).
Kembali ke hotel untuk sarapan dan check-out.
Pindah ke mobil pribadi melewati jalan berkelok ke Bondowoso, makan siang di tempat berpemandangan indah (biaya sendiri), check-in sekitar 15.00.
Sekitar 1,5–2 jam ke Paltuding, tempat pemandu lokal dan masker gas sudah menunggu.
Minimal 1 jam mendaki ke bibir kawah, lalu turun untuk melihat api biru (khusus yang fit). Setelah sunrise, nikmati panorama danau asam dan para penambang yang memikul belerang ±80 kg.
Setelah turun, sarapan dan ngopi. Jika sempat, mampir ke pabrik pengolahan belerang di Desa Licin.
Singgah di pabrik kopi dan air terjun, tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar 11.00–12.00. Menyeberang ke Bali dengan feri (sudah termasuk), tiba sekitar 15.00 WITA.
Paketnya sudah terpilih. Cukup lengkapi data di bawah, kami balas dalam 30 menit.
Atau hubungi langsung
Versi lebih santai dari tur dua gunung. Hari pertama menjelajah Air Terjun Madakaripura yang tersembunyi, lalu menikmati sunset Bromo dari Desa Cemorolawang. Hari kedua sunrise di Gunung Penanjakan…
Dua hari pertama dihabiskan di Kota Batu, kota perbukitan sejuk di barat Malang: kebun teh kolonial Wonosari, Coban Rondo, pemandian air panas Songgoriti, Selecta dengan taman bunganya, hingga…
Berangkat tengah malam dari Surabaya, hari pertama Anda menyambut matahari terbit Bromo dari Gunung Penanjakan lalu menyusuri Lautan Pasir dengan Jeep hingga ke bibir kawah. Dini hari berikutnya…
ID: dadi_travel
Pindai QR atau cari ID WeChat kami